Sabtu, 11 Juli 2015

[076] Al Muzzammil Ayat 006

««•»»
Surah Al Muzzammil 6

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا
««•»»
inna naasyi-ata allayli hiya asyaddu wath-an wa-aqwamu qiilaan
««•»»
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
««•»»
Indeed the watch of the night is firmer in tread and more upright in respect to speech,
««•»»

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam hari sangat mantap, baik di hati maupun di lidah sebab bacaan ayat-ayat itu lebih jelas dibandingkan pada bacaan pada siang hari di saat manusia sedang disibukkan oleh urusan-urusan penghidupan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya bangun di waktu malam) maksudnya, melakukan salat sunah di malam hari sesudah tidur (lebih tepat) untuk khusyuk di dalam memahami bacaan Alquran (dan bacaan di waktu itu lebih berkesan) lebih jelas dan lebih mantap serta lebih berkesan.
««•»»
Assuredly rising in the night, to wake up after [having been in] sleep, is firmer in tread, [more] conducive to [establishing] harmony between the hearing and the heart for the purpose of comprehending the Qur’ān, and more upright in respect to speech, clearer for utterance [of devotions].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:6

[076] Al Muzzammil Ayat 005

««•»»
Surah Al Muzzammil 5

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
««•»»
innaa sanulqii 'alayka qawlan tsaqiilaan
««•»»
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.
««•»»
Indeed soon We shall cast on you a weighty word.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah akan menurunkan Al Quran kepada Muhammad SAW yang di dalamnya terdapat perintah-perintah dan larangan Allah; yang merupakan beban yang berat, baik terhadap Muhammad SAW maupun terhadap pengikutnya. Beban yang berat itu tidak ada yang mau memikulnya kecuali orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan) atau bacaan Alquran (yang berat) yang hebat. Dikatakan berat mengingat kewajiban-kewajiban yang terkandung di dalamnya.
««•»»
Verily [soon] We shall cast on you a weighty, an awe-inspiring or stern, word, [a weighty] Qur’ān, because of the prescriptions [imposed] in it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:5

[076] Al Muzzammil Ayat 004

««•»»
Surah Al Muzzammil 4

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
««•»»
aw zid 'alayhi warattili alqur-aana tartiilaan
««•»»
Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.
««•»»
or add to it, and recite the Qurʾān in a measured tone.
««•»»

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya membaca Alquran secara seksama (tartil), ialah membaca Alquran dengan pelan-pelan dengan bacaan yang fasih serta merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu, sehingga berkesan di hati. Perintah ini dilaksanakan oleh Nabi SAW. Dari Siti `Aisyah beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca Alquran dengan tartil, sehingga surah yang dibacanya menjadi lebih lama dari ia membaca biasa.

Dalam hubungan ayat ini Abdullah bin Mugfil berkata:
رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم فتح مكة على ناقته يقرأ سورة الفتح فرجع في قراءته
"Aku melihat Rasulullah SAW pada hari penaklukan kota Mekah, sedang menunggang unta, beliau membaca surah Al Fath di mana bacaan itu beliau melakukan tarji' (bacaan lambat dengan merasakan artinya).
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pengarang buku Fathul Bayan berkata: Yang dimaksud dengan pengertian tartil ialah kehadiran hati ketika membaca dan tidaklah yang dimaksud itu asalkan mengeluarkan bunyi dari tenggorokan dengan memoncong-moncongkan muka dan mulut dengan alunan lagu, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan pembaca-pembaca Alquran zaman sekarang baik di Mesir maupun di Mekah dan sebagainya. Membaca yang seperti itu adalah suatu bacaan yang dilakukan orang-orang yang tidak mengerti agama".

Membaca Alquran secara tartil mengandung hikmah yaitu terbukanya kesempatan untuk memperhatikan isi ayat-ayat yang dibaca dan di waktu menyebut nama Allah si pembaca akan merasa kemahaagungan-Nya. Ketika tiba pada ayat yang mengandung janji, pembaca akan timbul harapan-harapan, demikian juga ketika membaca ayat ancaman, pembaca akan merasa cemas.

Sebaliknya yakni membaca Alquran secara tergesa-gesa atau dengan lagu yang baik tetapi tidak memahami artinya adalah suatu indikasi bahwa si pembaca tidak memperhatikan isi ayat yang dikandung oleh ayat-ayat yang dibacanya

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Atau lebih dari seperdua) hingga mencapai dua pertiganya; pengertian yang terkandung di dalam lafal au menunjukkan makna boleh memilih. (Dan bacalah Alquran itu) mantapkanlah bacaannya (dengan perlahan-lahan.)
««•»»
or add to it, up to two thirds (aw implies [free] choice), and recite the Qur’ān, recite it carefully, in a measured tone.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:4

[076] Al Muzzammil Ayat 003

««•»»
Surah Al Muzzammil 3

نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
««•»»
nishfahu awi unqush minhu qaliilaan
««•»»
(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
««•»»
a half, or reduce a little from that
««•»»

Allah menerangkan dengan perkataan sebagian, yaitu berupa separuh atau lebih. Jelasnya Allah menyerahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk memilih waktu melakukan salat malam. Ia dapat memilih antara sepertiga. seperdua dan dua pertiga malam. Maka Allah memberi kebebasan kepada Muhammad SAW untuk memilih waktu-waktu tersebut. Yang dimaksud dengan sepertiga malam menurut waktu Indonesia ialah kira-kira antara jam 10 dan jam 11 malam, seperdua malam ialah waktu antara jam 12 dan 1 malam dan dua pertiga malam ialah waktu antara jam 2 dan 3 sampai sebelum fajar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu seperduanya) menjadi badal dari lafal qaliilan; pengertian sedikit ini bila dibandingkan dengan keseluruhan waktu malam hari (atau kurangilah daripadanya) dari seperdua itu (sedikit) hingga mencapai sepertiganya.
««•»»
a half of it (nisfahu substitutes for qalīlan, with ‘little’ [being little by] taking into account the whole [night]), or reduce of it, of the half, a little, up to a third,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:3

[076] Al Muzzammil Ayat 002

««•»»
Surah Al Muzzammil 2

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا
««•»»
qumi allayla illaa qaliilaan
««•»»
Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari {1526}, kecuali sedikit (daripadanya),
{1526} Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.
««•»»
Stand vigil through the night, except a little,
««•»»

Allah memerintahkan Nabi-Nya yang sedang berselimut supaya mendirikan salat malam seluruhnya atau sebagiannya. Seruan Allah kepada Nabi Muhammad SAW didahului dengan kata-kata "Hai orang yang berselimut".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bangunlah di malam hari) maksudnya, salatlah di malam hari (kecuali sedikit.)
««•»»
Stand vigil, perform prayer, through the night, except a little,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:2

[076] Al Muzzammil Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Muzzammil 1

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
««•»»
yaa ayyuhaa almuzzammilu
««•»»
Hai orang yang berselimut (Muhammad),
««•»»
O you wrapped up in your mantle!
««•»»

Ibnu `Abbas berkata: Awal mula Jibril datang di gua Hira', Nabi Muhammad SAW takut kepadanya dan Nabi menyangka bahwa dirinya kemasukan jin. Maka dalam keadaan gemetar Nabi Muhammad SAW pulang meninggalkan gua Hira'. Setiba di rumah beliau berkata "Selimutilah aku, selimutilah aku". Sedang Nabi dalam keadaan berselimut Jibrilpun datang kepadanya dengan menyampaikan ayat-ayat ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai orang yang berselimut) yakni Nabi Muhammad. Asal kata al-muzzammil ialah al-mutazammil, kemudian huruf ta diidghamkan kepada huruf za sehingga jadilah al-muzzammil, artinya, orang yang menyelimuti dirinya dengan pakaian sewaktu wahyu datang kepadanya karena merasa takut akan kehebatan wahyu itu.
««•»»
O you enwrapped in your garment!, the Prophet (al-muzzammil is actually al-mutazammil, but the tā’ has been assimilated with the zāy), that is to say, the one who wraps himself up in his clothes when the Revelation [Gabriel] comes to him, in fear of him because of his awe-inspiring presence.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Siti Aisyah r.a. Siti Aisyah r.a. menceritakan,

bahwa setelah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya,
"Hai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya)...."
(QS. Al Muzzammil [73]:1-2)

Para sahabat ikut meniru jejaknya selama satu tahun, sehingga telapak-telapak kaki mereka bengkak-bengkak.

Lalu turunlah ayat lainnya, yaitu firman-Nya,
"..maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Alquran."
(QS. Al Muzzammil [73]:20)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of20
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=73&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#73:1

[076] Al Muzzammil 2of2

2of2
20 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that opens by addressing the mantled Prophet as the Enwrapped Messenger. It takes its name from the word “wrapped in mantle” (muzzammil) in verse 1. The surah describes how God relaxed the early regime of devotion first imposed on the Prophet (verse 1 ff.) to prepare him for the weighty message. The Prophet is urged to be patient (verse 10 ff.), told of the punishment that awaits the disbelievers in Hell (verse 12 ff.), and reminded of the punishment that befell Pharaoh in this life (verse 15 ff.).«

The surah is also known as: Bundled up, Enfolded, Folded in Garments, The Enwrapped Messenger, The Enwrapped One, The Mantled One, Wrapped in Mantle.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#76


Jumat, 10 Juli 2015

[076] Al Muzzammil 1of2

1of2
20 Ayat • diturunkan di Makkah.
««•»»
Surah Al-Muzzammil (Arab: المزمّل ,"Orang Yang Berselimut") adalah surah ke-73 dalam Al Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 20 ayat. Dinamakan Al Muzzammil yang berarti "Orang yang berselimut" di ambil dari kata Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang berselimut ialah Nabi Muhammad S.A.W.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
  • Petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh rasullulah S.A.W untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk bersembahyang tahajjud, membaca Al Quran dengan tartil; bertasbih dan bertahmid
  • Perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul
  • Umat Islam diperintahkan untuk salat Tahajud, berjihad di jalan Allah, membaca Al Quran, mendirikan salat, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah s.w.t.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Muzzammil
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI